Pengembangan Manajemen Pariwisata Halal Berbasis Kearifan Lokal Sipakatau’, Sipakainge’, Sipakalebbi’

Andi Zulfikar Darussalam, Syarifuddin Syarifuddin, Ega Rusanti, A. Darussalam Tajang

Abstract

Halal Tourism is one of the cultural-based tourist forms that Putting Islamic values and norms first. The potential for Halal Tourism development in Indonesia is enormous but needs to be upgraded in terms of the developer concept by applying lokal cultural values. One tourist destination in South Sulawesi is 'Taman prasejarah Leang-Leang' in Maros regency that has become a promising region To be developed as a Halal Tourism area by promoting lokal Sipakainge’ and Sipakalebbi’ concepts of wisdom. This study is a qualitative descriptive study using primary and secondary data sources through observation and documentation carried out by researchers. Research results are obtained if Sipakainge’ and Sipakalebbi’ can apply as Tourism clean development concepts by upholding the value of humanizing one another, reminding and respecting one another in the process. Additionally, the development can also be achieved by increasing the tools and infrastructure that makeup residence and characteristics of Halal Tourism.

Keywords

tourism and creative economy, halal tourism, local wisdom.

Full Text:

PDF

References

Al-Qur’an Karim

Adinugraha, H. H., Sartika, M., & Kadarningsih, A. (2018). Desa Wisata Halal: Konsep Dan Implementasinya Di Indonesia. Human Falah, 5 (1), 18-48.

Awalia, H. (2017). Komodifikasi Pariwisata Halal NTB Dalam Promosi Destinasi Wisata Islami Di Indonesia. Jurnal Studi Komunikasi, 1 (1), 19-30.

Badan Pusat Statistik. (2019). Statistik Kunjungan Wisata 2019. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Balai Pelestarian Peninggalan Sejarah Dan Purbakala. (2011). Zonasi Gua-Gua Prasejarah Kabupaten Pangkep. Makassar: Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Bawazir., T. (2013). Panduan Praktis Wisata Syariah. Jakarta: Pustaka Al- Kautsar.

Bibi, L. (2012, Juni 13). Mengenal Dan Membudayakan Budaya “Sipakatau’`, Sipakainge’ Sipakalebbi’`, Sipatokkong`. Pp. 4-6.

Cangara, S. (2012, 04 29). Identifikasi Dan Pengembangan Nilai-Nilai Modal Sosial Lokal Untuk pencegahan Serta Resolusi Konflik Sosial Masyarakat Di Provinsi Sulawesi Selatan. Http://103.195.142.17/ Handle/123456789/6326.

Erman Syarif Dkk. (2016). Integrasi Nilai Budaya Etnis Bugis Makassar Dalam Proses pembelajaran Sebagai Salah Satu Strategi Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi Asean. Jurnal Teori Dan Praksis Pembelajaran Ipsfis.

Jaelani, A. (2015). Halal Tourism Industry In Indonesia: Potential and Prospects. International Review Of Management And Marketing, 7 (3), 25-34.

Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif. (2019). Laporan Kinerja Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif.

Khaerani, R., Pamungkas, P., & Aeni, N. S. (2017). Pengembangan Daya Tarik Wisata Daarus Sunnah Menjadi Wisata Halal. Tourism Scientific Journal, 3(1), 92-113.

Lubis, M. Z. (2018). Prospek Destinasi Wisata Halal Berbasis Ovop (One Village One Product). Maqdis : Jurnal Kajian Ekonomi Islam, 3(1), 31-47.

Mahardika, R. (2018). Strategi Pemasaran Wisata Halal. Jurnal Hukum Islam, 2 (1), 65-86.

Maida, N. (2016). Pengasuhan Anak Dan Budaya 3s (Sipakatau’, Sipakainge’ Dan Sipakalebbi’) Di Perkotaan. Seminar Nasional“Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Membentuk Karakter Bangsa Dalam Rangka Daya Saing Global” (Pp. 327-334). Makassar: Universitas Negeri Makassar.

Manara, S. A., & Larasati, P. P. (2018). Implementasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Nusantara Dalam Pengembangan Indonesia Halal Tourism. Et-Tijarie, 5 (2), 39-52.

Mattalitti, M. A. (1986). Pappaseng To Riolotak. Ujungpandang: Balai Penelitian Bahasa.

Mattulada. (1998). Sejarah, Masyarakat, Dan Kebudayaan Sulawesi Selatan. Makassar: Hasanuddin University Press.

Moleong, Lexy J. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya

Mulyantari, E. (2018). Pengembangan Objek Wisata Budaya : Taman Prasejarah Leangleang, Maros, Sulawesi Selatan. Jurnal Media Wisata, 16 (1), 684- 697.

Mulyantari, E. (2018). Pengembangan Objek Wisata Budaya: Taman Prasejarah Leang-Leang, Maros Sulawesi Selatan. Jurnal Media Wisata, 16 (1), 684-697.

Nur, M. (2009). Pelestarian Kompleks Gua Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada .

Ramadhany, & Ridwan, A. A. (2018). Implikasi Pariwisata Syariah Terhadap Peningkatan Pendapatan Dan Kesejahteraan Masyarakat. Muslim Heritage, 3 (1), 93-115.

Riyanto, S. (2012). Prospek Bisnis Pariwisata Syariah. Jakarta: Buku Republika. Said Dm, M. (1977). Kamus Bahasa Bugis-Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Samingin, & Asmara, R. (2016). Eksplorasi Fungsi dan Nilai Kearifan Lokal dalam Tindak Tutur Melarang di Kalangan Penutur Bahasa Jawa Dialek Standar. Transformika, 2 (1), 98-123.

Subarkah, A. R. (2018). Diplomasi Pariwisata Halal Nusa Tenggara Barat. Intermestic: Journal Of International Studies, 2(2), 188-203.

Supranto, J. (2012). Metode Riset, Aplikasinya dalam Pemasaran. Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.