Analisis Pengaruh Pembiayaan Bank Syariah, Belanja Pemerintah dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Kemiskinan di Kota Ternate

Fadly Fadly, Fathy Inat, Muhammad Iryanto, Cici Aryansi Quilim

Abstract

Tujuan studi ini untuk menguji apakah ada korelasi signifikan antara pembiayaan bank syariah, belanja pemerintah fungsi pendidikan dan kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Kota Ternate. Observasi dimulai tahun 2011 hingga 2019. Hasil estimasi dengan menggunakan metode OLS membuktikan bahawa ada korelasi negatif dan signifikan pada variabel IBF (Pembiayaan Bank Syariah) dan BP (Belanja Pemerintah Fungsi Pendidikan). Untuk variabel BK (Belanja Pemerintah Fungsi Kesehatan) meskipun memiliki korelasi negatif, namun belum signifikan mereduksi kemiskinan. Hasil berbeda terjadi pada pertumbuhan ekonomi (G) yang secara teoritis akan menciptakan kesempatan kerja baru, secara empiris tidak memberikan manfaat langsung kepada kaum miskin, justru menambah jumlah orang miskin baru.

Keywords

poverty, Islamic banking financing, government expenditure, economic growth

Full Text:

PDF

References

Bappenas. (2015). Seri Analisis Pembangunan Wilayah Provinsi Maluku Utara 2015.

BPS Kota Ternate. (2020). Statistik Daerah Kota Ternate Tahun 2020.

BPS Maluku Utara. (2020). Profil Kemiskinan Provinsi Maluku 2019. In Badan Pusat Statistik Maluku Utara.

Chapra, M. U. (2000). Sistem Moneter Islam. Gema Insani Press, Jakarta & Tazkia Cendikia.

Elhachemi, H. G., & Othman, M. A. (2015). Empirical Analysis on the Nexus Between Islamic Banking Development in Terms of Size and Activity , Economic Growth and Financial Crisis in Islamic Republic of Iran. International Journal of Scientific Research and Innovative Technology , 2(6), 27–44.

Fan, S., Zhang, L., & Zhang, X. (2002). Growth, inequality, and poverty in rural China. International Food Policy Research Institute (IFPRI), June 2014. http://www.ifpri.org/publication/growth-inequality-and-poverty-rural-china

Gujarati, D. (1995). Ekonometrika Dasar. Penerbit Erlangga, Jakarta.

Hossain, A. A. (2016). Inflationary shocks and real output growth in nine Muslim-majority countries: Implications for Islamic banking and finance. Journal of Asian Economics, 45, 56–73. https://doi.org/10.1016/j.asieco.2016.06.004

Iskandar, A., & Possumah, B. T. (2018). Inklusifitas Keuangan Syariah dan Kemiskinan di Indonesia. Nukhbatul ’Ulum, 4(2), 1–18. https://doi.org/10.36701/nukhbah.v4i2.38

Mannan, M. A. (1995). Teori dan Praktek Ekonomi Islam (D. Drs H.M. Sonhadji (ed.)). PT Dana Bakti Wakaf, Yogyakarta.

Seabrook, J. (2006). Kemiskinan Global, Kegagalan Model Ekonomi Neoliberalisme. Resist Book.

Sen, A. (2000). Demokrasi Bisa Memberantas Kemiskinan. Mizan.

Sepulveda, C. F., & Martinez-Vazquez, J. (2011). The Consequences of Fiscal Decentralization on Poverty and Income Equality. Environment and Planning C: Government and Policy, 29(2), 321–343. https://doi.org/10.1068/c1033r

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2011). Pembangunan Ekonomi (11th ed.). Penerbit Erlangga, Jakarta.

Tohirin, A., & Husaini, F. (2019). Does Islamic Banking Financing Help the Poor ? International Accounting, Business & Economics, 1955, 41–50.

Widarjono Ph.D, A. (2016). Ekonometrika: Pengantar & Aplikasinya. UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

World Bank. (2015). Ketimpangan Yang Semakin Lebar, Ringkasan Eksekutif.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.