Pengaruh Tingkat Pendapatan, Tingkat Pendidikan, dan Tingkat Religiusitas Terhadap Minat Muzakki Membayar Zakat

Muhammad Tho'in, Agus Marimin

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat pendapatan, pendidikan, serta religiusitas terhadap minat muzakki untuk membayar zakat pada Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Lazis) Jateng Cabang Solo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif, dimana metode tersebut disertai pula dengan pengujian hipotesis. Populasi penelitian ini yaitu seluruh muzakki pada Lazis Jawa Tengah Cabang Solo, sedangkan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 50 responden dengan random sampling Technique. Metode pengumpulan data menggunakan angket yang diberikan kepada responden. Pengujian terhadap hasil kuesioner atau angket dengan menggunakan analisis validitas serta analisis reliabilitas. Analisis data penelitian menggunakan analisis regresi berganda, uji t, uji F, uji R2, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap minat muzakki membayar zakat, pendidikan berpengaruh signifikan terhadap minat muzakki membayar zakat, religiusitas berpengaruh terhadap minat muzakki membayar zakat, dan secara bersama-sama atau simultan tingkat pendapatan, pendidikan, dan religiusitas berpengaruh signifikan terhadap minat muzakki untuk membayar zakat pada Lazis Jateng Cabang Solo.

Keywords

pendapatan, pendidikan, religiusitas, minat muzakki, zakat

Full Text:

PDF

References

Beik, I. S. (2015). Towards International Standardization of Zakat System. Bogor Agricultural University: Bogor.

Firdaus, M., Beik, I. S., Irawan, T., & Juanda, B. (2012). Economic estimation and determinations of Zakat potential in Indonesia. Jeddah: Islamic Research and Training Institute.

Fitri, M. (2017). Pengelolaan Zakat Produktif sebagai Instrumen Peningkatan Kesejahteraan Umat. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 8(1), 149-173.

Hafidhuddin, D. (2002). Zakat dalam perekonomian modern. Gema Insani.

Hassan, M. K., & Ashraf, A. (2010, January). An integrated poverty alleviation model combining zakat, awqaf and micro-finance. In Seventh International Conference–The Tawhidic Epistemology: Zakat and Waqf Economy, Bangi, Malaysia (pp. 261-281).

Huda, N., Novarini, Mardoni, Y., & Permatasari, C. (2015). Zakat perspektif mikro-makro: pendekatan riset. Kencana.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan perilaku kesehatan.

Santosa, R., & Sinarasri, A. (2015). Analisis Religiusitas, Pemahaman Produk dan Sistim Pembiayaan Syariah dengan Sikap Pengusaha.

Supena, I. (2009). Darmuin. Manajemen Zakat, 126-127.

Triyawan, A. (2017). Analisis faktor-faktor yang mepengaruhi muzakki membayar zakat di BAZNAS Yogyakarta. Islamic Economics Journal, 2(1).

Wahab, N. A., & Rahim Abdul Rahman, A. (2011). A framework to analyse the efficiency and governance of zakat institutions. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 2(1), 43-62.

Yuningsih, A. (2015). Pengaruh Faktor Pendapatan, Pengetahuan Zakat dan Kredibilitas Lembaga Pengelola Zakat terhadap Kepercayaan Masyarakat pada Lembaga Pengelola Zakat (Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi). Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perbankan

Yazid, (2017). Faktor-Faktor Yang Mempenagruhi Minat Muzakki Dalam Menunaikan Zakat Di Nurul Hayat Cabang Jember. Economic: Journal of Economic and Islamic Law, 8(2), 173-198.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.