DAMPAK SOSIAL EKONOMI PEMULUNG TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) BATU BOLA KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN ANGKOLA JULU

Aulia Ahmad Harahap, Malida Putri, Mia Aulina Lubis

Abstract

Anak merupakan individu yang tergolong dalam masa perkembangan dan perubahan. Anak termasuk individu yang memerlukan pendidikan. Pendidikan pada anak merupakan sebuah dasar yang dapat digunakan untuk masa depan. Pendidikan dibutuhkan oleh anak guna menumbuhkan rasa tanggung jawab dan meningkatkan partisipasinya dalam masyarakat serta berkontribusi untuk kemajuan negaranya. Penelitian ini dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir Batu Bola berlokasi di Desa Simatohir Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dampak sosial ekonomi pemulung terhadap tingkat pendidikan anak di TPA Batu Bola. Informan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari penjaga TPA Batu Bola, 5 orang pemulung, serta Kepala Desa Simatohir dan 2 orang anak pemulung. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk menjawab permasalahan penelitian, digunakan teori kondisi sosial ekonomi oleh Soehandono dan tingkat pendidikan formal menurut UU Sisdiknas. Sehingga ditemukan bahwa kondisi sosial ekonomi pemulung berdampak terhadap tingkat pendidikan formal anak mereka, dari teori kondisi sosial ekonomi oleh Soehandono antara lain kondisi rumah, kegiatan ekonomi, pangan, sandang dan aktivitas sosial. Serta dilihat dari tingkat pendidikan formal yang dimiliki anak pemulung berdasarkan UU Sisdiknas meliputi tingkat pendidikan dasar, tingkat pendidikan menengah, dan tingkat pendidikan tinggi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.