PELATIHAN BAHASA INGGRIS KOMUNIKATIF BAGI PEMANDU LOKAL DI DUSUN MADANGAN, DESA PETAK, KABUPATEN GIANYAR

Ni Nyoman Ayu Tri Hidayanti

Abstract

Pemandu lokal memainkan peran penting dalam memberikan pengalaman yang otentik dan bermakna bagi para pengunjung. Kemampuan mereka untuk berkomunikasi secara efektif dalam bahasa asing, memiliki pengetahuan yang luas tentang objek wisata lokal, dan memberikan layanan pariwisata yang berkualitas tinggi sangatlah penting. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para pemandu lokal di Dusun Madangan, Desa Petak, Kabupaten Gianyar. Proses pelatihan terdiri dari beberapa komponen untuk kursus bahasa Inggris umum dan kursus bahasa Inggris untuk pemandu lokal. Komponen untuk kursus bahasa Inggris umum mencakup tata bahasa, kosakata, keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Komponen untuk kursus Bahasa Inggris untuk pemandu lokal akan berfokus pada bahasa khusus pariwisata, seperti memperkenalkan tujuan wisata, mendeskripsikan kegiatan budaya, memberikan petunjuk arah, memberikan informasi wisata, dan menangani pertanyaan pelanggan. Hasil dari pelatihan ini tidak hanya akan meningkatkan peluang profesional pemandu lokal tetapi juga berkontribusi pada pengembangan kondisi sosial dan ekonomi mereka. rekomendasi yang diberikan adalah melakukan program pelatihan bahasa Inggris secara teratur dan berkelanjutan untuk pemandu lokal di Dusun Madangan.

References

Asmin, A. I. (2022). Tour guides' intercultural communication strategies in toraja. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 2(2), 55-62. https://doi.org/10.53769/deiktis.v2i2.216

Bolton, K. (2012). World englishes and linguistic landscapes. World Englishes, 31(1), 30-33. https://doi.org/10.1111/j.1467-971x.2011.01748.x

Crooks, V., Labonté, R., Cerón, A., Johnston, R., Snyder, J., & Snyder, M. (2019). “medical tourism will…obligate physicians to elevate their level so that they can compete”: a qualitative exploration of the anticipated impacts of inbound medical tourism on health human resources in guatemala. Human Resources for Health, 17(1). https://doi.org/10.1186/s12960-019-0395-z

Daldeniz, B. and Hampton, M. (2012). Dive tourism and local communities: active participation or subject to impacts? case studies from malaysia. International Journal of Tourism Research, 15(5), 507-520. https://doi.org/10.1002/jtr.1897

Francis, K., Okello, M., & Kipruto, N. (2017). Effects of tour guides training on their performance in kenya. J of Tourism and Hospitality Management, 5(6). https://doi.org/10.17265/2328-2169/2017.12.003

Mak, A., Wong, K., & Chang, R. (2011). Critical issues affecting the service quality and professionalism of the tour guides in hong kong and macau. Tourism Management, 32(6), 1442-1452. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2011.01.003

Sugiarti, D., Utami, N., & Apriliani, K. (2018). Tourism and foreign language training for local merchants and guides in penglipuran tourism village of bangli regency. Soshum Jurnal Sosial Dan Humaniora, 8(1), 61. https://doi.org/10.31940/soshum.v8i1.772

Tyutyunnik, S., Rubleva, O., Sergeeva, N., Abramova, I., & Shestakova, L. (2023). Formation of foreign language competences of future tourism industry specialists by means of mobile technologies. Perspectives of Science and Education, 61(1), 518-530. https://doi.org/10.32744/pse.2023.1.31

Zhao, H. (2021). Diversified education strategies and objectives for advanced tourism talents. International Journal of Emerging Technologies in Learning (Ijet), 16(20), 148. https://doi.org/10.3991/ijet.v16i20.26513

Arif, M. and Lessy, Z. (2022). Another side of balinese excoticism local wisdom of the muslim community in gelgel village, klungkung regency, for preserving harmony between religious communities in bali. Inferensi Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 15(2), 185-216. https://doi.org/10.18326/infsl3.v15i2.185-216

Arismayanti, N. and Suwena, I. (2018). Implementation of cultural tourism development program based on local wisdom in bedulu village regency of gianyar bali. International Journal of Community Service Learning, 2(3). https://doi.org/10.23887/ijcsl.v2i3.15412

Khazanah, D. and Kusumaningputri, R. (2021). Unpacking multilingualism in tourism peripheries in bali: taking a look into private shop-fronts. K Ta, 23(1), 28-37. https://doi.org/10.9744/kata.23.1.28-37

Koeswiryono, D., Suadnyana, I., & Supartini, N. (2023). Designing english module for guides of museum pustaka lontar, karangasem, bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 13(1), 216. https://doi.org/10.24843/jkb.2023.v13.i01.p11

Laksana, I. and Rahmanu, I. (2023). English language training and guiding for the community-based tourism group in perean village, tabanan. Jurnal Abdi Masyarakat, 3(1), 36-46. https://doi.org/10.22334/jam.v3i1.39

Rahyuda, I., Rahyuda, A., Rahyuda, H., & Candradewi, M. (2018). The relationship between the concept of competitive advantage and the value of catur paramitha on smes in sarbagita. International Journal of Law and Management, 60(6), 1522-1538. https://doi.org/10.1108/ijlma-09-2017-0210

Sugiarti, D., Utami, N., & Apriliani, K. (2018). Tourism and foreign language training for local merchants and guides in penglipuran tourism village of bangli regency. Soshum Jurnal Sosial Dan Humaniora, 8(1), 61. https://doi.org/10.31940/soshum.v8i1.772

Suwintari, I., Wirawan, P., Muliadiasa, I., Ekasani, K., & Prastio, T. (2023). Increasing the capacity of community resources through hospitality training. Community Empowerment, 8(3), 341-350. https://doi.org/10.31603/ce.8285

Refbacks

  • There are currently no refbacks.