OPTIMALISASI PERAN TAMAN SAMPAH BUMDESA CEPOGO BOYOLALI DALAM MEWUJUDKAN ZERO WASTE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN BERBASIS GREEN ENVIRONMENT

Authors

  • Rochmi Widayanti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Bambang Waluyo Febriantoko Fakultas Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Heppy Purbasari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Muhammad Syahriandi Fakultas Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Hariyadi Fajar Nugroho Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Shaddam Hasan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Yuni Pristiwati Noer Widianingsih Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Zianissa Amalia Putri Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Ajeng Ayu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29040/budimas.v8i2.19579

Abstract

Cepogo sebagai salah satu desa yang menghadapi kendala dalam pengelolaan sampah. Namun dari pihak BUMDesa sudah ada upaya untuk menanggulangi dengan membentuk Bank Sampah, yang disebut juga sebagai Taman Sampah. Pihak BUMDesa Cepogo memiliki inisiatif untuk memilah sampah organic menjadi bahan pembuatan Maggot. BUMDesa Cepogo berhasil menghasilkan Maggot hampir 200-300 kg per bulan. Namun harga Maggot Fresh hanya kisaran Rp.6000 per kg dan menjadi masalah saat area Jawa Tengah menghasilkan jumlah Maggot berlebih sehingga seringkali pelanggan berubah pikiran membeli Maggot dengan harga lebih murah dan jangkauan lokasi yang lebih dekat dan ini menjadi kerugian saat permintaan Maggot tiba-tiba dihentikan dan pihak BUMDesa Cepogo tdk bisa menyimpan Maggot karena daur hidup maggot hanya kisaran 2 minggu dan akan berubah menjadi kepompong dan lalat. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat P2AD memberikan solusi dengan merubah pengolahan yang secara tradisional “Sangrai” menjadi Pakan dalam bentuk Pelet sehingga Maggot dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan komposisi pakan pelet berbahan Maggot ini lebih jelas nutirisinya dan tepat untuk digunakan pada ternak ayam atau ikan. Program ini selain focus pada olahan pakan dalam bentuk Pelet juga memberikan peningkatan ketrampilan dalam tata Kelola BUMDesa dan juga system informasi berbasis digital yang disinkronkan dengan bidang keuangan dan juga pemasaran digital sehingga harapan dari program ini dapat memberikan peningkatan produktivitas, ketrampilan dan peningkatan pendapatan bagi BUMDesa di Cepogo Tumang, Kabupaten Boyolali.

Downloads

Published

2026-06-28

How to Cite

Rochmi Widayanti, Bambang Waluyo Febriantoko, Heppy Purbasari, Muhammad Syahriandi, Hariyadi Fajar Nugroho, Shaddam Hasan, … Ajeng Ayu. (2026). OPTIMALISASI PERAN TAMAN SAMPAH BUMDESA CEPOGO BOYOLALI DALAM MEWUJUDKAN ZERO WASTE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN BERBASIS GREEN ENVIRONMENT. BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 8(2). https://doi.org/10.29040/budimas.v8i2.19579

Citation Check