COMMUNITY EDUCATION ON STUNTING PREVENTION USING IODIZED SALT EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN GARAM BERYODIUM

Authors

  • Wahyu Tri Astuti Stikes Karya Bhakti Nusantara Magelang, Indonesia
  • Evy Tri Susanti STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang, Indonesia
  • Emah Marhamah STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang, Indonesia
  • Lis Nurhayati STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang, Indonesia
  • Novida Prima W. STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang, Indonesia
  • Agus Stiyawan STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang, Indonesia
  • Naily Asna Muna STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang, Indonesia
  • Dava Alfarizi Syahwa Laksono STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29040/budimas.v8i2.19662

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem characterized by a child's height being shorter than the standard for their age due to prolonged malnutrition. The impact of stunting is not only visible in a child's physical appearance, but also in their brain development and cognitive abilities. Deficiencies in essential nutrients, including iodine, can inhibit the function of the thyroid gland, which plays a role in brain development. Iodine is an essential micronutrient that plays a vital role in the formation of thyroid hormones. These hormones regulate various bodily functions, including growth, brain development, energy metabolism, and intelligence. This activity aimed to explore the effectiveness of stunting prevention education using iodized salt. The target group was 22 parents (fathers and mothers) of toddlers, as well as village midwives and relevant village officials. The activity took place on November 19, 2025, at the BumDes Hall in Sidorejo Village, Bandongan, Magelang. Based on the post-test results, the majority of respondents (17 students) had good knowledge about stunting and iodized salt, while the remainder were in the sufficient category, and no respondents had insufficient knowledge. These results indicate that educational activities to prevent stunting with iodized salt have a positive impact.
Keywords: Toddlers; Education; Iodine; Stunting
ABSTRAK
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi dalam waktu lama. Dampak stunting tidak hanya terlihat pada fisik anak, tetapi juga pada perkembangan otak dan kemampuan kognitifnya. Kekurangan zat gizi penting, termasuk iodium, dapat menghambat fungsi kelenjar tiroid yang berperan dalam perkembangan otak. Iodium merupakan zat gizi mikro esensial yang berperan penting dalam pembentukan hormon tiroid. Hormon ini mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan, perkembangan otak, metabolisme energi, serta kecerdasan anak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui edukasi pencegahan stunting dengan garam beriodium. Sasaran adalah orang tua (bapak atau ibu) yang memiliki anak balita sejumlah 22 orang serta bidan desa dan perangkat desa terkait. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 19 November 2025 bertempat di Aula BumDes Desa Sidorejo, Bandongan, Magelang. Berdasarkan hasil post-test, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting dan garam beryodium, yaitu sebanyak 17 siswa (77,27%), sementara sisanya berada pada kategori cukup dan tidak terdapat responden dengan pengetahuan kurang. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi pencegahan stunting dengan garam beryodium memberikan dampak yang positif.
Kata Kunci : Balita; Edukasi; Iodium; Stunting

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Astuti, W. T., Evy Tri Susanti, Emah Marhamah, Lis Nurhayati, Novida Prima W., Agus Stiyawan, … Dava Alfarizi Syahwa Laksono. (2026). COMMUNITY EDUCATION ON STUNTING PREVENTION USING IODIZED SALT EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN GARAM BERYODIUM. BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 8(2). https://doi.org/10.29040/budimas.v8i2.19662

Citation Check