PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BONGKOL JAGUNG MENJADI BRIKET ARANG DAN PENDAMPINGAN TATA KELOLA KEUANGAN BUMKAM DI KAMPUNG SANGGARIA, KABUPATEN KEEROM
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i2.20762Abstract
Kampung Sanggaria, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom memiliki potensi limbah bongkol jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal serta masih menghadapi kendala dalam tata kelola keuangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) dan Koperasi Merah Putih. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan limbah bongkol jagung menjadi briket arang serta memperkuat tata kelola keuangan kelembagaan ekonomi desa. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi dan identifikasi permasalahan, koordinasi dengan pemerintah kampung dan mitra, persiapan alat, bahan, dan materi, sosialisasi dan pelatihan pembuatan briket arang, pendampingan tata kelola keuangan BUMKam dan Koperasi Merah Putih, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan diikuti oleh 33 peserta yang terdiri atas aparat kampung, pengurus BUMKam, pengurus Koperasi Merah Putih, dan masyarakat Kampung Sanggaria. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami tahapan pembuatan briket arang dan mempraktikkan proses pembuatannya sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah pertanian yang bernilai ekonomi. Selain itu, pendampingan tata kelola keuangan meningkatkan pemahaman pengurus mengenai pentingnya administrasi, pencatatan transaksi, dan penyusunan laporan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel. Meskipun terdapat keterbatasan alat dan bahan selama pelaksanaan pelatihan, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat partisipasi aktif masyarakat dan dukungan pemerintah kampung. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pemanfaatan potensi lokal dengan penguatan tata kelola kelembagaan ekonomi desa secara berkelanjutan
Kata Kunci: Briket arang; bongkol jagung,BUMKam; tata kelola keuangan,pemberdayaan masyarakat.
Abstract
Sanggaria Village, Arso Barat District, Keerom Regency, has considerable potential for utilizing corn cob waste, which has not yet been optimally managed, while the Village-Owned Enterprise (BUMKam) and the Merah Putih Cooperative still face challenges in financial governance. This community service program aimed to enhance community capacity through the utilization of corn cob waste into charcoal briquettes and to strengthen the financial governance of village economic institutions. The program employed a participatory approach consisting of problem identification and observation, coordination with village stakeholders, preparation of tools, materials, and learning resources, socialization and training on charcoal briquette production, financial governance assistance for BUMKam and the Merah Putih Cooperative, and program evaluation. The activity involved 33 participants, including village officials, BUMKam administrators, Merah Putih Cooperative management, and local community members. The results showed that participants gained knowledge and practical skills in producing charcoal briquettes from corn cob waste as a value-added product with economic potential. Furthermore, the financial governance assistance improved participants’ understanding of orderly administration, transaction recording, and transparent and accountable financial management. Despite limited equipment and materials during the training, all activities were successfully implemented through active community participation and strong support from the village government. This program demonstrates that integrating local resource utilization with institutional capacity building can contribute to sustainable community empowerment and strengthen village economic institutions
Keywords: Charcoal briquettes; corn cob waste; Village-Owned Enterprise (BUMKam); financial governance; community empowerment.