ANALISIS KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT MUSLIM STUDI KASUS PETANI POHON AREN DESA PARDOMUAN KEC. ARSE KAB. TAPANULI SELATAN

Fauzi Arif Lubis, Aqwa Naser Daulay

Abstract


Sebagai daerah yang masih bergerak dibidang agraris dengan jumlah penduduk besar dan proporsi rumah tangga yang bekerja di pertanian dominan, maka perhatian terhadap kesejahteraan petani dinilai sangat strategis. Namun selain berbicara mengenai pendapatan yang mempengaruhi kesejahteraan, pengeluaranpun mempengaruhi tingkat kesejahteraan. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Analisis Tingkat Kesejahteraan Petani Di Tapanuli Selatan menurut Pola Pendapatan dan Pengeluaran Menggunakan Parameter NTPRP. Selanjutnya untuk menyelesaikan permasalahan penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan parameter NTPRP (Nilai Tukar Pendapatan Rumahtangga Petani). Berdasarkan hasil temuan yang dilakukan peneliti di Tapanuli Selatan. Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani (NTPRP) untuk nilai dari responden yang minimum berada pada nilai 0,56, hal tersebut menunjukkan bahwa total pengeluaran rumah tangga petani/ responden tersebut lebih besar dibandingkan dengan total pendapatan rumah tangganya, hal tersebut juga menjelaskan petani/ responden tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan untuk usaha pertanian dan non pertaniannya. Kemudian Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani (NTPRP) yang maksimum berada pada nilai 7,81, hal tersebut menunjukkan bahwa total pengeluaran rumah tangga petani/ responden tersebut lebih kecil dibandingkan dengan total pendapatan rumah tangganya, hal tersebut juga menjelaskan petani/ responden tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan untuk usaha pertanian dan non pertaniannya. Namun secara rata-rata Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani (NTPRP)nya berada pada nilai 1,46 menunjukkan NTPRP > 1 berarti secara rata-rata petani/ responden sudah mampu memenuhi kebutuhan untuk usaha pertanian dan non pertaniannya. Bisnis varian produk gula aren merupakan bisnis yang menjajikan yang bisa meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Desa Pardomuan dengan keuntungan yang diperoleh untuk produk gula aren cair sebesar 194,11% bedasarkan perhitungan dengan cost plus pricing

Full Text:

PDF

References


Abbas, B, et al. (2019). Agricultural Systems in Ecosystem Perspective. Manokwari: Unipa Postgraduate Program.

Ahmadi, R. (2014). Qualitative Research Methodology. Yogyakarta: Ar-Ruszz Media.

Al-Haritsi, J. B. A. (2006). Al-Fiqh AI-Iqtishadi Li Amiril the believer Umar Ibn Al-Khaththab. translated by Asmuni Solihan Zamalchsyari: Economic Jurisprudence Umar bin AI-Kathab. Jakarta: Khalifa.

Anggi, M. Y. (2021). http://cybex.pertanian.go.id/mobile/article/69940/VARIETAS-PADI/, Rice Varieties, Downloaded July 26.

Boediono. (1992). Economic Growth Theory. Yogyakarta, BPFE UGM.

BPS. (2021). People's Welfare Indicator 2020, https://www.bps.go.id/publication/2020/11/30/5d97da0e92542a75d3cace48/indikator-kesejahteraan-rakyat-2020.html, Downloaded 13 August 2021

BPS. (2020). Farmer's Exchange Rate. Jakarta: BPS Indonesia.

BPS. (2018). Statistics Indonesia 2018. Jakarta: BPS Indonesia.

Case & Fair. (2002). Principles of Microeconomics fifth edition. Jakarta: Prenhallindo.

Chapra, U. (2001). The Future of Economics (An Islamic Overview). Jakarta: Gema Insani Press.

Karim, A. A. (2008). History of Islamic Economic Thought. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kata Data. (2021). Indonesia Has a Raw Rice Field Area of 7.46 million hectares, https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/02/05/indonesia-miliki-wide-baku-sawah-746-juta-hectare, Downloaded July 26, 2021.

Ministry of Religion of the Republic of Indonesia. (2015). Al-Quran Translation. Bandung: Darus Sunnah.

Normasyah, dkk. (2014). Analisis Pendapatan Usahatani Sayuran di Kelompok Tani

Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cubungbulang, Kabupaten Bogor.

Bogor: Jurnal Agribisnis.

Pawit, M.Y. (2007). Guidelines for the Implementation of School Libraries. Jakarta: Kencana.

Rachmat, M. (2013). Farmers' Terms of Trade: The Concept, Estimation, and Relevance for Farmers' Welfare Indicators. Bogor: Center for Socio-Economic and Agricultural Policy.

Said, M. (2008). Introduction to Islamic Economics. Pekanbaru: Suska Press.

Santika, L. G., Ma’ruf, W. F. & Romadhon. (2014). Karakteristik Agar Rumput Laut Gracilaria verrucosa Budidaya Tambak dengan Perlakuan Konsentrasi Alkali pada Umur Panen yang Berbeda. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 3 (4): 98-105. Seal and Bruzy. Definition of social welfare. Jakarta.

Simatupang, P, et al. (2016). Review and Formulation of Farmers Welfare Indicators, Bogor: Ministry of Agriculture.

Sugiono. (2009). Educational Research Methods with Quantitative, Qualitative, and R&D Approaches. Bandung: Alfabeta.

Umar, H. (2008). Research Design: HR and Employee Behavior. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Widyantara, I W. (2019). Risiko Dan Factor Factor Yang Mempengaruhi Produksi Gula Aren Cetak Di Desa Belimbing, Kabupaten Tabanan. Jurnal Manajemen Agribisnis. Vol.7, No 1, Mei 2019. https://ojs.unud.ac.id/index.php/agribisnis/article/download/49849/29641

Winardi. (1996). Economic Terms. Bandung: Mandar Maju.




DOI: http://dx.doi.org/10.29040/jie.v8i1.11330

Refbacks

  • There are currently no refbacks.