BEYOND BORDERS: STRATEGI INDONESIA DALAM MEWUJUDKAN HAK PENGUNGSI DI SELA-SELA KONVENSI

Luqman Hakim, Erna Setijaningrum, Ramadhany Nugroho

Abstract


Abstract
This research evaluates Indonesia's strategy in respecting refugee rights, particularly through the policy implementation of the Task Force for Foreign Refugee Handling (Satgas PPLN) in Sidoarjo, in response to challenges arising from not ratifying the 1951 Refugee Convention. A qualitative methodology was employed for an in-depth exploration of phenomena within their real-life context, including extensive interviews with stakeholders directly involved in refugee management, field observations at refugee accommodations like Puspa Agro Apartment and Hotel Green Bamboo, and document analysis including government regulations and reports from UNHCR and IOM. Findings reveal Indonesia’s strategic engagement in fulfilling basic human rights for refugees, such as shelter and healthcare, while facing challenges in non-formal work participation and the absence of formal education and work permits for refugees. Through the establishment of Satgas PPLN and collaboration with international bodies, Indonesia demonstrates a commitment to humanitarian principles, despite legal and economic framework limitations. This study concludes that Indonesia’s approach contributes to the global discourse on refugee management by showcasing how a country can engage in refugee protection without being bound by international refugee convention laws. It highlights the importance of local initiatives and international cooperation in addressing refugee needs and suggests the necessity for more inclusive policies facilitating social and economic integration of refugees. Practical implications include recommendations for enhanced surveillance and investigation to prevent refugee exploitation by smuggling syndicates and the dissemination of legal information to refugees to reduce illegal entry and stay.
Keywords: immigration, collaborative governance, refugees, UNHCR
Abstrak
Penelitian ini mengevaluasi strategi Indonesia dalam menghormati hak pengungsi, khususnya melalui implementasi kebijakan Satgas PPLN di Sidoarjo, sebagai respons terhadap tantangan yang muncul akibat tidak meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951. Metodologi kualitatif digunakan untuk eksplorasi mendetail fenomena dalam konteks kehidupan nyatanya, meliputi wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan yang langsung terlibat dalam manajemen pengungsi, observasi lapangan di akomodasi pengungsi seperti Apartemen Puspa Agro dan Hotel Green Bamboo, dan analisis dokumen termasuk regulasi pemerintah dan laporan dari UNHCR dan IOM. Temuan mengungkapkan keterlibatan strategis Indonesia dalam memenuhi hak dasar manusia bagi pengungsi, seperti tempat berlindung dan perawatan kesehatan, tantangan partisipasi kerja non-formal dan absennya pendidikan formal serta izin kerja untuk pengungsi. Melalui pembentukan Satgas PPLN dan kolaborasi dengan badan internasional, Indonesia menunjukkan komitmen terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan, meskipun dalam batasan kerangka hukum dan ekonominya. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan Indonesia memberikan kontribusi pada diskursus global tentang manajemen pengungsi dengan menunjukkan contoh bagaimana negara dapat terlibat dalam perlindungan pengungsi tanpa terikat oleh hukum konvensi pengungsi internasional. Hal ini menyoroti pentingnya inisiatif lokal dan kerja sama internasional dalam mengatasi kebutuhan pengungsi dan menyarankan kebutuhan untuk kebijakan yang lebih inklusif yang memfasilitasi integrasi sosial dan ekonomi pengungsi. Implikasi praktis meliputi rekomendasi untuk peningkatan mekanisme pengawasan dan penyelidikan guna mencegah eksploitasi pengungsi oleh sindikat penyelundupan dan penyebaran informasi hukum kepada pengungsi untuk mengurangi masuk dan tinggal secara tidak sah.
Kata kunci: imigrasi, kolaborasi pemerintahan, pengungsi, UNHCR

Full Text:

PDF

References


Ager, A., & Strang, A. (2008). Understanding Integration: A Conceptual Framework. In Journal of Refugee Studies (Vol. 21, Issue 2, pp. 166–191). Oxford University Press (OUP). https://doi.org/10.1093/jrs/fen016

Ansell, C., & Gash, A. (2007). Collaborative Governance in Theory and Practice. In Journal of Public Administration Research and Theory (Vol. 18, Issue 4, pp. 543–571). Oxford University Press (OUP). https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Betts, Alexander. “Comprehensive Plans of Action: Insights from CIREFCA and the Indochinese CPA.” New Issues in Refugee Research. Vol. 120, 2006

Birkland, T. A. (2015). An Introduction to the Policy Process, Theories, Concepts and Models of Public Policy Making. London, and New York: Routledge.

Estriani, H. N. (2023). Examining the Implementation of Durable Solutions of Protracted Refugee Situation in Indonesia. In Proceedings of the Southeast Asian Conference on Migration and Development (SeaCMD 2023) (pp. 264–278). Atlantis Press International BV. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-362-7_20

Fiona B. Adamson, a. G. (2020). The Migration State in the Global South: Nationalizing, Developmental, and Neoliberal Models of Migration Management. International Migration Review, 54(3), 853-882. https://doi:10.1177/0197918319879057

Fitria. (2015). Perlindungan Hukum Bagi Pengungsi di Negara Ketiga: Praktik Indonesia. Padjajaran Jurnal Ilmu Hukum, 2(1), 105-125. https://doi:10.22304/pjih. v2n1.a7

Haas, H. d. (2021). A Theory of Migration: The Aspirations-Capabilities Framework. Comparative Migration Studies, 9(8). https://doi:10.1186/s40878-020-00210-4

Meyers, E. (2000, Desember). Theories of International Immigration Policy – A Comparative Analysis. international Migration Review, 34(4), 1010-1048. https://doi:10.1177/019791830003400407

Michael Lipsky. Street-Level Bureaucracy: Dilemmas of the Individual in Public Services. New York: Russell Sage Foundation, 1980. (1980). In Politics & Society (Vol. 10, Issue 1, pp. 116–116). SAGE Publications. https://doi.org/10.1177/003232928001000113

Michael Hill, a. P. (2002). Implementing Public Policy: Governance in Theory and in Practice. London, Thousand Oaks, New Delhi: Sage Publications.

Michael Howlett, a. R. (1995). Studying Public Policy: Policy Cycles and Policy Subsystems. New York: Oxford University Press.

Peter Mahmud Marzuki. 2014. Penelitian Hukum Edisi Revisi. Jakarta: Kencana

Sabatier, Paul A., and Christopher M. Weible. "The Advocacy Coalition Framework: Innovations and Clarifications." In Theories of the Policy Process, edited by Paul A. Sabatier, 189-220. Colorado, USA: Westview Press, 2007

Santoso, M. I. (2004). Perspektif Imigrasi: Dalam Pembangunan Ekonomi dan Ketahanan Nasional. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Sihombing, H. Y. (2019). Kebijakan Indonesia dalam Perlindungan Pencari Suaka dan Pengungsi Pasca Kebijakan Turn Back the Boat Pemerintahan Tony Abbott. Journal of International Relations, 5(4), 599-608. https://doi:10.14710/jirud. v5i4.24823

Syamsumardian, L. (2022). Pengawasan Keimigrasian Terhadap Pengungsi dari Luar Negeri, Berkaitan dengan Status Indonesia sebagai Negara Transit. Jakarta: Damera Press.

Tachjan. (2006). Implementasi Kebijakan Publik. Bandung: Asosiasi Ilmu Politik Indonesia.

Tambunan, A. W. (2019). Kerja Sama UNHCR dan IOM dalam Menangani Pencari Suaka dan Pengungsi Etnis Rohingya di Indonesia. Journal of International Relations, 5(2), 341-350. https://doi:10.14710/jirud. v5i2.23629

UNHCR. (2023, Desember 30). People Forced to Flee Worldwide 2012 - 2022. Retrieved from UNHCR: https://www.unhcr.org/global-trends

UNHCR. (2024, Januari 4). Sekilas Data. Retrieved from UNHCR Indonesia: https://www.unhcr.org/id/figures-at-a-glance

Walt, S. M. (1998). International Relations: One World, Many Theories. In Foreign Policy (Issue 110, p. 29). JSTOR. https://doi.org/10.2307/1149275

Berita Website

Untag. (2023, Desember 11). KKN Internasional bekerja sama dengan Internasional Organitation of Migration (IOM). Retrieved from Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus Surabaya: https://hukum.untag-sby.ac.id/berita-2892-kkn-internasional-bekerja-sama-dengan-internasional-organitation-of-migration-iom.html

ABC News. (2022, Maret 30). Australia Akan Menerima 16.500 Pengungsi Tambahan Asal Afghanistan Selama Empat Tahun ke Depan. (a. A. Stephen Dziedzic, Producer) Retrieved from ABC News: https://www.abc.net.au/indonesian/2022-03-30/australia-terima-tambahan-pengungsi-afghanistan/100950322

BeritaJatim. (2021, November 11). Pengungsi Afghanistan Puspa Agro Sidoarjo Demo Kemenkumham Jatim. (N. Asih, Producer) Retrieved from BeritaJatim: https://beritajatim.com/internasional/pengungsi-afghanistan-puspa-agro-sidoarjo-demo-kemenkumham-jatim/

BeritaSatu (Producer). (2018). Indepth: Jalan Terjal Pencari Suaka #1 [Motion Picture]. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=CucIBuwmSA4

RRI. (2023, Maret 16). Asprov PSSI Jatim Bersama IOM Gelar Sepak Bola Bersama Pengungsi. Retrieved from rri.co.id: https://www.rri.co.id/sepak-bola/189568/asprov-pssi-jatim-bersama-iom-gelar-sepak-bola-bersama-pengungsi

Rudenim Surabaya. (2023, Februari 22). Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeri. Retrieved from Rudenim Surabaya: https://rudenimsurabaya.kemenkumham.go.id/berita/detail/kebijakan-dan-penanganan-pengungsi-mancanegara-di-bumi-pertiwi-oleh-fenny-julita.

Kompas. (2023, Juni 20). Hari Pengungsi Sedunia 20 Juni, UNHCR Catat Ada 100 Juta Lebih Pengungsi per Mei 2022. (E. A. Putra, Editor, & D. Nita, Producer) Retrieved from Kompas: https://www.kompas.tv/lifestyle/417694/hari-pengungsi-sedunia-20-juni-unhcr-catat-ada-100-juta-lebih-pengungsi-per-mei-2022




DOI: http://dx.doi.org/10.29040/jie.v8i2.13040

Refbacks

  • There are currently no refbacks.