BATIK CIPRAT PEWARNA ALAM: EKONOMI KREATIF SEBAGAI SOLUSI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Rochmat Aldy Purnomo, Rahmawati Rahmawati, Siti Arifah, M. Rudianto, Adi Prananto, Endang Dwi Amperawati, Rita Noviani, Sarah Rum Handayani, Siti Nurlaela

Abstract

Kondisi Masyarakat yang banyak memiliki gangguan keterbelakangan mental (disabilitas) menjadikan Desa Karangpatihan disebut Kampung Disabilitas. UKM Rumah Harapan menjadi sebuah wadah bagi masyarakat penyandang disabilitas Kampung Idiot untuk mampu bekerja, berkarya, dan produktif menjadi wirausahawan, yaitu dengan memproduksi Batik Ciprat. Pemilihan produk Batik Ciprat ini didasarkan pada kemampuan masyarakat desa dan juga mempertimbangkan produk yang rendah risiko. Namun, produk batik dengan pewarna kimia memiliki risiko bagi penyandang disabilitas dan tidak ada jaminan asuransi ataupun keselamatan ketika terkena kecelakaan saat memproduksi batik ciprat. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah merubah pola berpikir penyandang disabilitas untuk menjadi wirausaha yang efektif dengan program unggulan pembelajaran batik ciprat berbasis pewarna alam. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan intensif, yaitu tenant penyandang disabilitas mendapatkan pembelajaran dan pendampingan kewirausahaan secara intensif dari pengajar serta praktisi yang terlibat terkait batik ciprat. Penggunaan bahan alami untuk pewarna batik dimaksudkan agar tidak menciptakan limbah berbahaya bagi lingkungan maupun makhluk hidup.

Kata Kunci: Kewirausahaan; Batik Ciprat; Pewarna Alam; Kampung Idiot Ponorogo

Full Text:

PDF

References

Anonim. (2010). Kajian Tingkat Kesiapan Teknologi (TRL, Technology Readiness Levels). Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

__ . (2012). Sambutan Menteri Negara Riset Dan Teknologi pada Inovasi Frugal: Tantangan Dan Peluang Penelitian Dan Pengembangan Serta Bisnis Di Indonesia Forum Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi (Iptekin) Nasional Kedua. Pappiptek LIPI. 10 Oktober 2012.

Badan Pusat Statistik. (2015). Statistik Daerah Kecamatan Ponorogo 2015. Arsip Daerah: Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo.

Bhatti, Y., dan Ventresca, M. (2011). The emerging market for frugal innovation: fad, fashion, orfit?. Working Paper.

Dinas Industri Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Ponorogo 2016. Pendataan Pelaku UKM Dinas Industri Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Ponorogo Tahun Anggaran 2016. Arsip Daerah: Tidak Dipublikasikan.

Hayati, Amelia. (2008). Pemberdayaan Kekuatan Ekonomi Perempuan Indonesia Orientasi Pembauran Bangsa.Bandung: BKBPMD Provinsi Jawa Barat.

Kaplinsky, R. (2011). Schumacher meets Schumpeter: Appropriate technology below the radar. Research Policy vol. 40, Issue 2: pp. 193-203.

Munaf,Dicky R., dkk,. (2008). Peran Teknologi Tepat Guna Untuk Masyarakat Daerah Perbatasan Kasus Propinsi Kepulauan Riau. Jurnal Sosioteknologi Edisi 13 Tahun 7, April 2008.

Prasetyo, Andjar. (2015). Pemetaan Potensi Kebutuhan Teknologi Tepat Guna UMKM Di Wilayah Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen Melalui Analisis Tingkat Kemampuan Kesiapan Teknologi (TK2T). Riset Unggulan Daerah. Kebumen. Badan Penelitian Pengembangan Provinsi Jawa Tengah

Rahmana, A. (2009). Peranan Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Daya Saing Usaha Kecil dan Menengah, Proceeding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi SNATI 2009. Yogyakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.