PENGELOLAAN BAHAN PANGAN PROTEIN HEWANI UNTUK MENCEGAH DAN MENGATASI STUNTING DI KECAMATAN LEBAK WANGI KABUPATEN SERANG

Ade Handriati, Marwati Marwati, Eva Desi Nur Hamidah, Maria Octavianti, Bekti Handayani, Trijani Moedjiherwati

Abstract

Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 prevalensi Balita Stuned/Stunting di Provinsi Banten sebesar 20 persen. Kabupaten serang menjadi urutan ketiga tertinggi prevalensi Balita Stunting sebesar 26,40%. (Kebijakan, Kesehatan, and RI 2022). Berdasarkan data EPPGBM status gizi (0-59 bulan) di Kabupaten Serang pada tahun 2018 - 2021 kondisi stunting di Lebak Wangi terdapat 4 Desa yang mengalami peningkatan prevalensi stunting. (SerangKab, 2021). Hal ini menjadi perhatian bagi Kepala Puskesmas dan Camat Kecamatan Lebak Wangi untuk mengatasi masalah stunting pada Balita. Hasil diskusi didapatkan faktor penyebab stunting yaitu kurangnya kreatifitas ibu dalam pengelolaan bahan pangan protein hewani yang menarik untuk anak balita, masyarakat lebih memilih konsumsi makanan olahan beku atau frozenfood karena memiliki kepraktisan. Solusi yang diberikan untuk masalah tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu mengangkat tema pengelolaan bahan pangan hewani untuk mencegah dan mengatasi stunting. Tujuan pengabdain masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas masyarakat tentang gizi dan pengeloaan bahan pangan protein hewani. Kegiatan dilakukan pada tanggal 20-21 November 2023 yaitu memberikan edukasi terkait Gizi seimbang untuk anak balita, dan mendemonstrasikan cara pengelolaan bahan pangan protein hewani. Hasil dari kegiatan tersebut dilakukan evaluasi 2 minggu kemudian dengan hasil capaian kenaikan berat badan anak dalam waktu 2 minggu yaitu dari 17 anak terdapat 15 anak mengalami kenaikan berat badan, 2 anak berat badan tetap dan 1 anak mengalami penurunan berat badan. Dan rata-rata mengalami kenaikan 200gram.

Kata kunci: Stunting, Gizi Seimbang, Protein Hewani

Full Text:

PDF

References

Afiah, Nurul et al. 2020. “Rendahnya Konsumsi Protein Hewani Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Kota Samarinda.” Nutrire Diaita 12(1): 23–28.

Anisa Damayanti, Retty et al. 2016. Perbedaan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif Pada Balita Stunting dan Non Stunting.

Damayanti, Ervika. 2020. “Hubungan Konsumsi Makanan Olahan dan Asupan Protein Hewani dengan Stunting Pada Balita.”

https://serangkab.go.id/berita/hasil-analisis-data-pengukuran-stunting-tingkat-desa-dalam-kabupaten-serang-tahun-2021

https://serangkab.go.id/berita/grafik-prevalensi-balita-stunting-perdesa-di-kecamatan-lebak-wangi-kabupaten-serang-tahun-2018-2021

Kebijakan, Badan, Pembangunan Kesehatan, and Kementerian Kesehatan RI. 2022. BUKU SAKU Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.

Kementerian Kesehatan RI. 2023. Makanan Lokal.

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang Jurusan Gizi. 2019. Buku Saku 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Semarang.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.