PELATIHAN AL-BANJARI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS DAN KREATIVITAS SISWA DI SMA Al-ISLAM KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i1.18692Abstract
Pelatihan Al-Banjari di SMA Al-Islam Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter religius sekaligus mengembangkan kreativitas peserta didik melalui seni Islami yang sarat nilai spiritual. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik tabuhan rebana dan lantunan shalawat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keikhlasan, disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini menekankan pada pengembangan masyarakat dengan menggali, mengenali, dan memanfaatkan aset serta potensi yang telah dimiliki oleh komunitas. Melalui metode ABCD, pelaksanaan pelatihan Al-Banjari difokuskan pada pemberdayaan potensi siswa, guru, dan lingkungan sekolah sebagai sumber daya utama. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif seluruh pihak dalam mengembangkan kegiatan seni Islami sebagai aset sosial yang memperkuat identitas religius sekolah. Siswa diajak untuk mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui musik Islami yang menjadi media dakwah sekaligus sarana pembentukan akhlak mulia. Pelatihan ini menjadi wadah pengembangan diri yang mampu mengarahkan potensi siswa secara positif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkuat hubungan sosial di antara peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan Al-Banjari berperan penting dalam membangun lingkungan sekolah yang religius, harmonis, dan kreatif, sekaligus memperkuat identitas budaya Islami di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.