Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabba dengan Teknologi Penjernihan Air Kitosan Berbasis Limbah Kerang Hijau untuk Keberlanjutan Wisata Geopark
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i1.19058Abstrak
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Kabba, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dalam menerapkan teknologi penjernihan air sederhana berbasis kitosan dari limbah cangkang kerang hijau (Perna viridis). Latar belakang kegiatan ini adalah tingginya konduktivitas dan kadar padatan terlarut (TDS) pada sumber air pegunungan karst yang dimanfaatkan warga, sehingga tidak memenuhi baku mutu air bersih sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: (1) persiapan dan pemetaan lokasi, (2) sosialisasi pentingnya air bersih, (3) pelatihan pembuatan kitosan sederhana, (4) penerapan sistem kolam penjernihan berkapasitas 20 m³ dengan media filtrasi pasir, arang aktif, dan serpihan kerang, serta (5) evaluasi teknis dan sosial. Sebanyak 55 kepala keluarga dan 35 kader masyarakat terlibat aktif dalam kegiatan ini bersama 21 mahasiswa dan 3 dosen pembimbing Universitas Fajar. Hasil pengujian menunjukkan penurunan TDS sebesar 85% (2832 menjadi 420 ppm), konduktivitas 85% (5656 menjadi 840 µS/cm), dan kekeruhan 90% (8,5 menjadi 2,1 NTU). Selain menghasilkan air bersih layak konsumsi, program ini juga meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), membentuk Unit Pengelola Air Bersih Desa (UPABD), dan membuka peluang usaha mikro berbasis produksi kitosan. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat desa mampu menghadirkan solusi teknologi ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan wisata geopark berbasis air bersih.