PEMANFAATAN MESIN PENGERING JAGUNG UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KELOMPOK TANI DESA NGENDEN AMPEL BOYOLALI
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i1.19102Abstrak
Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Ngenden 5 di Desa Ngenden Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali adalah pengeringan jagung yang masih konvensional mengandalkan sinar matahari, hal tersebut sangat bermasalah pada musim penghujan karena proses pengeringan jagung tidak dapat kering sempurna sehingga terjadi penurunan kualitas jagung. Pada musim penghujan hasil panen jagung banyak yang berjamur tidak laku dijual, kalaupun laku terjual dengan harga yang sangat murah sekali. Hasil panenan jagung dijual dengan harga yang ditentukan pengepul jagung karena para petani belum memiliki kemampuan untuk menentukan harga jualnya serta hasil panen jagung tersebut dijual hanya ke pedagang pengumpul saja. Tujuan kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat memperbaiki kondisi ekonomi para petani khususnya petani jagung desa Ngenden Ampel Boyolali dan meningkatkan pendapatan serta taraf hidup yang lebih layak, adanya efisiensi waktu pengeringan jagung maka para petani dapat memanfaatkan waktu tunggu pengeringan jagung dengan pekerjaan lain yang menambah nilai manfaat ekonominya sehingga meningkatkan taraf hidup para petani dan mengentaskan kemiskinan. Metode kegiatan meliputi pengadaan mesin pengering jagung, pendampingan penggunaan mesin pengering jagung, pelatihan perhitungan harga pokok penjualan jagung serta pelatihan manajemen pemasaran. Hasil kegiatan PKM diperoleh pengeringan jagung dengan mesin pengering menghasilkan jagung yang lebih berkualitas terutama di musim penghujan, tingkat kekeringan tinggi dengan kadar air 17%, warna jagung lebih bagus (cerah) dan bersih tidak ada awul-awul, serta tidak berdebu. Waktu pengeringan menjadi lebih singkat, yang biasanya dimusim penghujan bisa mencapai 2-5 hari, tetapi dengan menggunakan mesin pengering cukup 4-5 jam saja jagung sudah kering dengan kualitas yang bagus dengan tingkat penyusutan berat jagung kering menjadi lebih sedikit, sehingga meningkatkan produktivitas para petani. Petani sekarang sudah dapat menghitung harga pokok produksi untuk menentukan harga jual jagung yang layak setra petani mampu menjual jagung ke pihak lain tidak hanya bergantung pada pedagang pengumpul saja dengan berbagai media sosial seperti facebook, Instagram, WhapsApp untuk memasarkan jagung.