DIGITALISASI UMKM BERBASIS MARKETPLACE HYBRID BLANJADIPOS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI DAN AKSES PASAR DI KECAMATAN GEMOLONG, KABUPATEN SRAGEN
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i1.19161Abstrak
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses pasar pelaku UMKM di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas digital dan memperluas jangkauan pemasaran produk melalui penerapan Marketplace Hybrid BLANJAdiPOS, sebuah model integratif yang menggabungkan sistem penjualan daring dan luring berbasis jejaring Kantor Pos. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung (learning by doing) yang melibatkan 30 pelaku UMKM dari sektor kuliner, kerajinan, dan pertanian. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi, kuesioner pra dan pascakegiatan, serta refleksi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata literasi digital sebesar 97%, dengan 80% peserta berhasil mengunggah produk ke platform BLANJAdiPOS. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan motivasi dan kolaborasi antar pelaku usaha, Perguruan tinggi, BlanjaDi Pos dan harapannya dengan BumDes dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan usaha. Penerapan model marketplace hybrid berbasis komunitas ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas ekonomi digital masyarakat desa dan dapat direplikasi sebagai strategi pemberdayaan UMKM berkelanjutan di wilayah pedesaan Indonesia.