Implementasi Sistem Internet of Things (IoT) Peningkatan Produksi dan Kualitas Jamur Merang pada Kelompok Tani Sinergi Sragen
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i3.20896Abstrak
Kelompok Tani SINERGI di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen memiliki potensi yang besar dalam pengembangan budidaya jamur merang sebagai salah satu komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi. Budidaya jamur merang yang dilakukan masih bersifat konvensional, sehingga produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, serta kualitas hasil panen belum optimal. Pengelolaan suhu dan kelembaban kumbung masih dilakukan secara manual, mengakibatkan pertumbuhan jamur kurang stabil dan berpengaruh terhadap kuantitas maupun kualitas hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan transformasi teknologi melalui penerapan Internet of Things (IoT) berbasis sensor suhu dan kelembapan yang didukung energi ramah lingkungan berupa panel surya untuk meningkatkan efisiensi budidaya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM): (1) meningkatkan kapasitas produksi jamur merang melalui penerapan teknologi IoT, (2) meningkatkan kualitas hasil panen pendukung ketahanan pangan, (3) meningkatkan kemampuan anggota kelompok tani dalam pengelolaan usaha berbasis teknologi, serta (4) memperkuat manajemen usaha dan strategi pemasaran hasil panen. Permasalahan yang dihadapi meliputi: (1) aspek produksi, yaitu (a) produktivitas jamur merang masih rendah karena pengendalian suhu dan kelembapan dilakukan secara manual, (b) pemanfaatan teknologi budidaya belum optimal sehingga efisiensi produksi masih rendah, dan (c) belum diterapkannya sistem monitoring dan pengendalian lingkungan kumbung berbasis IoT; (2) aspek manajemen dan pemasaran: (a) tata kelola usaha kelompok tani belum terdokumentasi dengan baik, (b) kapasitas kewirausahaan dan kerja sama kelompok masih perlu diperkuat, serta (c) pemasaran hasil panen masih terbatas pada pasar lokal belum optimal. Solusi yang ditawarkan melalui penerapan sistem IoT untuk monitoring dan pengendalian suhu serta kelembapan kumbung jamur merang secara otomatis, pelatihan penggunaan teknologi, penguatan manajemen usaha dan kewirausahaan, serta pendampingan strategi pemasaran berbasis digital. Pendekatan kegiatan menggunakan metode partisipatif-interaktif melalui alih teknologi, transfer pengetahuan dan keterampilan, difusi IPTEKS, serta penguatan kapasitas kewirausahaan guna meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi jamur merang dalam mendukung ketahanan pangan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, perancangan dan instalasi sistem IoT, pelatihan dan pendampingan kelompok tani, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan laporan hasil dan luaran kegiatan. Hasil yang dicapai: (a) meningkatnya produktivitas, baik kualiatas dan kuantitas jamur meningkat, (b) perawatan lebih efisien melalui penerapan teknologi IoT, (c) meningkat pendapatan anggota Kelompok Tani Sinergi, serta (d) meningkatnya kemampuan manajemen usaha, kewirausahaan, dan pemasaran sehingga mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis teknologi.
Kata kunci: Internet of Things (IoT), Jamur, Merang, Ketahanan, Pangan, Tani, Sinergi.