INTEGRASI SMART INFRASTRUCTURE DAN EKONOMI HIJAU DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI BERAU: ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS, LINGKUNGAN, DAN BISNIS
DOI:
https://doi.org/10.29040/jie.v9i4.18794Abstract
Pengembangan kawasan industri di era modern memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan infrastruktur cerdas (smart infrastructure) dengan prinsip-prinsip ekonomi hijau. Penelitian ini menganalisis kelayakan teknis, lingkungan, dan bisnis pengembangan kawasan industri Berau dengan menerapkan konsep smart infrastructure dan green economy. Melalui pendekatan mixed-method dengan analisis data sekunder dan pemodelan teknis, penelitian menemukan bahwa integrasi teknologi IoT, renewable energy systems, dan circular economy principles dapat meningkatkan efisiensi operasional sebesar 35-40% sambil mengurangi emisi karbon hingga 45%. Data menunjukkan investasi awal untuk infrastruktur hijau mencapai Rp 2.8 triliun dengan ROI positif dalam 8-10 tahun. Kawasan industri Berau memiliki potensi strategis sebagai model eco-industrial estate nasional dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal, tenaga kerja terampil, dan akses logistik regional. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi smart infrastructure dan ekonomi hijau bukan hanya layak secara teknis dan lingkungan, tetapi juga viable secara ekonomi dan bisnis, membuka peluang investasi berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.