APAKAH DIGITAL NATURAL CAPITAL MAMPU MENGURANGI KETERGANTUNGAN TERHADAP EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM? ANALISIS KONSEPTUAL PADA ERA INDUSTRI 5.0
DOI:
https://doi.org/10.29040/jie.v10i3.20872Abstrak
Artikel ini mengembangkan konsep baru – Digital Natural Capital (DNC) sebagai kerangka konseptual untuk menjawab pertanyaan apakah digitalisasi ekonomi mampu mengurangi ketergantungan terhadap eksploitasi sumber daya alam (SDA) fisik pada era transformasi menuju Industri 5.0. Studi terdahulu telah mengaitkan ekonomi digital dengan efisiensi penggunaan SDA dan transformasi hijau, namun umumnya memperlakukan digitalisasi sebagai instrumen efisiensi semata, bukan sebagai bentuk modal (capital) yang berdiri sejajar dengan modal alam, modal manusia, dan modal fisik. Kesenjangan riset (research gap) inilah yang mendasari kebaruan (novelty) artikel ini. Dengan pendekatan kualitatif, kajian pustaka sistematis (systematic literature review) dan analisis konseptual interpretatif, penelitian ini mensintesiskan Teori Modal Alam (Costanza & Daly, 1992), Resource-Based View (Barney, 1991), dan Teori Resource Curse (Sachs & Warner, 2001; Auty, 1993) dengan literatur terkini tentang Industri 5.0 dan ekonomi digital (2023–2026) untuk membangun kerangka DNC yang terdiri atas tiga lapisan: kognitif-data, sirkularitas, dan tata kelola. Data sekunder dari World Bank dan UNCTAD digunakan untuk memotret kondisi faktual ketergantungan pada SDA dan jejak lingkungan digitalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa DNC berpotensi menekan ketergantungan pada eksploitasi SDA fisik melalui efisiensi ekstraksi, substitusi material, perpanjangan siklus hidup aset, dan tata kelola berbasis data, tetapi efektivitasnya dimoderasi secara kuat oleh kualitas kelembagaan dan berisiko menimbulkan rebound effect berupa jejak karbon dan konsumsi energi infrastruktur digital itu sendiri. Artikel ini menawarkan implikasi teoretis berupa perluasan taksonomi modal dalam ekonomi sumber daya, serta implikasi kebijakan bagi negara berkembang kaya SDA, termasuk Indonesia, dalam merancang transisi Industri 5.0 yang tidak sekadar mendigitalkan ekstraksi, tetapi mentransformasi basis modal pembangunan.
Kata Kunci: modal alam digital; ketergantungan sumber daya alam; Industri 5.0; ekonomi sumber daya; kerangka konseptual