UNSUR RIBA & GHARAR DALAM PEER-TO PEER LENDING: TINJAUAN FIQH EKONOMI TERHADAP FINTECH INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.29040/jiei.v11i06.18393Keywords:
fintech, P2P lending, Islamic economic jurisprudence, gharar, ribaAbstract
Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji unsur-unsur riba (riba) dan gharar (ketidakpastian) yang terdapat dalam layanan pinjaman peer-to-peer (P2P) dalam industri fintech Indonesia dari perspektif yurisprudensi ekonomi Islam (fiqh al-iqtisad al-Islami). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis riba dan gharar yang muncul, mengevaluasi kesesuaian mekanisme kontrak dan struktur biaya dengan prinsip-prinsip fiqh muamalah, dan menganalisis peran regulasi dan pengawasan syariah dalam memastikan bahwa operasi fintech P2P mematuhi prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, memanfaatkan sumber data primer dan sekunder. Temuan penelitian mengungkapkan adanya riba dalam bentuk bunga tetap dan penalti otomatis, serta risiko ambigu yang termasuk dalam kategori gharar. Lebih lanjut, regulasi dan pengawasan syariah belum sepenuhnya efektif dalam mengekang praktik-praktik tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kemajuan yurisprudensi ekonomi Islam digital dengan menawarkan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan kerangka regulasi dan model bisnis fintech yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah, sekaligus memperkuat literasi keuangan Islam di kalangan masyarakat Indonesia.
References
(DSN-MUI), D. S. N. M. U. I. (2018). Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah. DSN-MUI. https://mui.or.id/produk-fatwa/fintech-syariah-117
(OJK), O. J. K. (2018). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan. https://www.ojk.go.id
(OJK), O. J. K. (2022a). Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2022. OJK. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Documents/Pages/OJK-Luncurkan-Buku-Laporan-Perkembangan-Keuangan-Syariah-Indonesia-%28LPKSI%29-2022/Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia %28LPKSI%29 2022.pdf
(OJK), O. J. K. (2022b). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Otoritas Jasa Keuangan. https://www.ojk.go.id
275-279 @ quran.com. (n.d.). https://quran.com/id/sapi-betina/275-279
29Quran.Com. (n.d.). https://quran.com/id/wanita/29-32
al-Hajjaj, I. M. ibn. (875a). Sahih Muslim, Kitab al-Buyu‘ (Bab: Larangan Jual Beli Gharar). In Sahih Muslim. Dar Ihya al-Turath al-Arabi. https://sunnah.com/muslim:1513
al-Hajjaj, I. M. ibn. (875b). Sahih Muslim, Kitab al-Musaqat (Bab: Laknat Terhadap Pelaku Riba). In Sahih Muslim. Dar Ihya al-Turath al-Arabi. https://sunnah.com/muslim:1598
al-Hajjaj, M. ibn. (n.d.). Sahih Muslim. Dar Ihya’ al-Turath al-Arabi. https://sunnah.com/muslim:1513
Azka, A., & Ulfa, M. A. (2024). Fintech P2P Lending: The Phenomenon of the Digital Financial Industry, Problems, and an Analysis from the Perspective of Islamic Economic Law. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 8(2), 96–108. https://doi.org/10.26618/j‑hes.v8i2.16021
Azzahra, N., & dkk. (2021). Gharar dalam Perspektif Fiqh Muamalah: Toleransi dan Larangan. Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 6(2), 78–95. https://ejournal.aripafi.or.id/index.php/Hikmah/article/view/265
Bank, D. (2024). OJK Izinkan P2P Lending Bentuk Unit Usaha Syariah (UUS). In DigitalBank.id. https://www.digitalbank.id/digi-regulations/77675003/perkuat-ekosistem-keuangan-syariah-ojk-izinkan-p2p-lending-bentuk-uus
Bank Indonesia. (2017). Kajian dan Implementasi Financial Technology di Indonesia. Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia. https://www.bi.go.id
Hidayat, R. (2021). Implementasi Peer to Peer Lending Syariah dalam Perspektif Fikih Muamalah. Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, 11(2), 123–134.
Jamarudin, A. (2020). Perspektif Hukum Islam terhadap Riba dan Dampaknya dalam Ekonomi Kontemporer. Prosiding PBS, 4(1), 23–39. https://ojs.uninus.ac.id/index.php/PBS/article/view/773
Kato, T. (2022). Islamic and capitalist economies: Comparison using econophysics models of wealth exchange and redistribution. arXiv preprint. https://doi.org/10.48550/arXiv.2206.05443
Latifah, L. (2023). Regulatory and Ethical Duality in Indonesia’s Fintech P2P Lending: Conventional vs. Sharia Models from an Islamic Economics Perspective. Al-Muhasib: Journal of Islamic Accounting and Finance, 5(1). https://jurnalfebi.iainkediri.ac.id/index.php/almuhasib/article/view/2344
Mudawamah, A., & Kholik, M. (2020). Praktik Riba dalam Ekonomi Islam: Kajian Fiqh Muamalah. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen, 7(2), 112–127. https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jiem/article/view/542
Mukholid, W., & Vidiati, C. (2022). Analisis QAZWA Sebagai Ekosistem Fintech Syariah di Indonesia. AsbaK, 2(1), 1–15. https://doi.org/10.69688/asbak.v2i1.127
Musjtari, D. N., Roro, F. S., & Setyowati, R. (2022). Islamic P2P Lending as an Alternative Solution for the Unfair Conventional Platform in Indonesia. UUM Journal of Legal Studies, 13(1), 21–43. https://doi.org/10.32890/uumjls2022.13.1.2
Otoritas Jasa Keuanga. (2024). OJK sebut pembiayaan fintech P2P lending capai Rp72,03 triliun. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/4369511/ojk-sebut-pembiayaan-fintech-p2p-lending-capai-rp7203-triliun
Pardiansyah, E. (2020). Definisi dan Hukum Riba dalam Perspektif Fiqh Muamalah. Jurnal Ekonomi Islam, 5(1), 45–60. https://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jei/article/view/4751
Prandika, H., Hardi, E. A., & Ahmad, S. (2021). Analisis Peer To Peer Lending Pada Aplikasi Akulaku Ditinjau dari Ekonomi Islam di Kota Jambi. Journal of Student Research, 2(2), 44–53. https://ejurnal.stie-trianandra.ac.id/index.php/jsr/article/view/1819
Prandika, R., & dkk. (2021). Analisis Struktur Pembiayaan dalam Aplikasi Akulaku Perspektif Syariah. Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam, 5(1), 20–34.
Qayyim al-Jauziyyah, I. (2000). I‘lam al-Muwaqqi‘in ‘an Rabb al-‘Alamin. Dar al-Fikr.
Regita, R. (2025). Problematika Pengawasan Kesyariahan Peer-to-Peer Fintech Syariah: Analisis POJK Nomor 10/POJK.05/2022 dan Peran DSN MUI. Al-Muamalat: Jurnal Ilmu Hukum dan Ekonomi Syariah, 10(1), 130–145. https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/muamalat/article/view/10941
Rudiansyah, M. (2020). Menghindari Gharar dalam Transaksi Ekonomi Syariah. Jurnal Ekonomi Syariah, 3(1), 14–29.
Safitri, R., & Asnita, D. (2022). Analisis Hukum Syariah terhadap Bisnis Fintech Peer-to-Peer Lending Menurut Pandangan Islam. Al-Bayʾ : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(2), 89–100. https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/albay/article/view/5886
SWT, A. (n.d.). Al-Qur’an al-Karim. Mujamma‘ al-Malik Fahd li Thiba‘at al-Mushaf asy-Syarif.
Tasimin, S. T. M. (2022). Financial Technology (Fintech) Syariah. Jurnal Yustisi, 9(2), 55–70. https://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/YUSTISI/article/view/20776
Wathon, A. (2022). Fintech Syariah dalam Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia. Jurnal Ekonomi Islam, 5(1), 33–50. https://oj.mjukn.org/index.php/jei/article/view/720
Wulandari, & Nasik. (2021). Ekonomika Syariah : Fintech Lending in Indonesia. Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Bukittinggi, 2(1), 55–70. https://ejournal.uinbukittinggi.ac.id/index.php/febi/article/view/6233
Downloads
Published
Versions
- 09-01-2026 (3)
- 29-12-2025 (2)
- 21-12-2025 (1)
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
The copyright of the article fully belongs to the Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam and publishing rights belong entirely to LPPM STIE AAS Surakarta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


