REGULATORY READINESS OF HALAL TOURISM DESTINATIONS DEVELOPMENT IN WEST KALIMANTAN

Penulis

  • Nurlia Univeristas Muhammadiyah Pontianak, Indonesia
  • Aiyub Anshori Universitas Muhammadiyah Pontianak, Indonesia
  • Ita Nurcholifah Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29040/jiei.v12i3.19691

Kata Kunci:

Halal

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan berbagai destinasi wisata halal yang telah dikembangkan di Kabupaten Sambas. Industri pariwisata berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi di berbagai kabupaten. Tidaklah sulit untuk mengembangkan pariwisata halal di Kalimantan Barat pada umumnya dan Kabupaten Sambas pada khususnya, karena populasi Muslim di Kabupaten Sambas cukup besar, dan wilayah ini memiliki beragam objek wisata alam dan budaya. Semua lokasi wisata yang strategis diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata halal. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan objek wisata sebagai salah satu lokasi terpenting di dunia. Alih-alih menggunakan konsepsi atau teori tertentu untuk mendeskripsikan fenomena pariwisata halal, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian analisis konten. Berdasarkan temuan penelitian, Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi dengan beragam destinasi wisata, meliputi landmark keagamaan, budaya, maritim, dan alam. Secara geografis, wilayah ini berbatasan langsung dengan Sarawak di Malaysia Timur. Kabupaten Sambas merupakan salah satu pintu masuk lintas batas yang telah dibuka secara resmi, bersama dengan PLBN Aruk. Sayangnya, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam, belum ada standar yang mendefinisikan konsep pariwisata halal secara jelas. Selain itu, belum ada biro perjalanan, pemandu wisata, atau paket wisata yang sesuai syariah; Kalimantan Barat belum terdaftar dalam program destinasi pariwisata halal pemerintah pusat; dan belum ada hotel bersertifikat halal.

Referensi

Amalia, S. (2018). Analisis potensi wisata syariah di Kota Pontianak. In Seminar Tahunan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (p. 112). Pontianak: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tanjungpura. Received from https://feb.untan.ac.id/wp-content/uploads/2020/02/8.-Sisi-Amalia.pdf

Asmaradana, A., Sakinah, N., & Sari, P. (2019). Revitalisasi Wisata Halal Dan Pemberdayaan Difabelpreneur Berbasis Iot Menuju Indonesia Berdikari. Studi Kasus Wisata Ciwidey, Jawa Barat: Skripsi. Universitas Gunadarma Depok.

Chookaew, S., Chanin, O., Charatarawat, J., Sriprasert, P., & Nimpaya, S. (2015). Increasing halal tourism potential at Andaman Gulf in Thailand for Muslim country. Journal of Economics, Business and Management, 3(7), 739-741. https://doi.org/10.7763/JOEBM.2015.V3.277

Gregar, J. (1994). Research design (qualitative, quantitative and mixed methods approaches). Book published by SAGE Publications, 228, 21.

El Fikri, M. (2019). Kajian destinasi wisata halal Kota Medan dalam persepsi pemasaran wisata. JUMANT, 11(1), 263-270. Received from http://jurnal.pancabudi.ac.id/index.php/JUMANT/article/view/518

Evita, R., & Rosalina, T. (2018). Peranan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dalam Mendukung Pengembangan Kepariwisataan Di Kabupaten Sambas. Halalan Thayyiban: Jurnal Kajian Manajemen Halal dan Pariwisata Syariah, 1(1), 23-34. Received from https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/HalalanThayyiban/article/view/179

Hermawan, E. (2019). Strategi Kementerian Pariwisata Indonesia dalam meningkatkan branding wisata halal. Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi, 7(2), 87-95. https://doi.org/10.33366/ref.v7i2.1512

Hijriah, A., Purwiati, H., & Winarti, E. (2017). Mengenal Kabupaten Sambas. Sambas: Pemerintah Kabupaten Sambas. Received from https://repositori.kemendikdasmen.go.id/23605/1/MENGENAL%20KABUPATEN%20SAMBAS.pdf

Jaelani, A. (2017). Industri wisata halal di Indonesia: Potensi dan prospek. Munich Personal RePEc Archive (MPRA Paper). Received from https://mpra.ub.uni-muenchen.de/76237/

Laka, Y. H., & Sasminto, C. (2019). Manajemen strategi kebijakan publik sektor pariwisata di Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang pada era industri 4.0. Referensi: Jurnal Manajemen dan Akuntansi, 7(1), 28–36. https://doi.org/10.33366/ref.v7i1.1347

Moleong, L. J. (2013). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurcholifah, I. (2023, May). A Destination Aspect of Readiness for Halal Tourism in West Kalimantan. In 3rd International Conference on Halal Development (ICHaD 2022) (pp. 90-97). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-188-3_10

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. (2018). Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) Tahun 2017–2032. Pontianak: Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Kalimantan Barat. (2002). Pontianak: Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat.

Rusli, M., Firmansyah, R., & Mbulu, Y. P. (2018). Halal tourism destination development model. Journal of Environmental Management and Tourism, 9(6), 1296–1306. http://dx.doi.org/10.14505/jemt.9.6(30).19

Suki, N. M., & Abang Salleh, A. S. (2016). Does Halal image strengthen consumer intention to patronize Halal stores? Some insights from Malaysia. Journal of Islamic Marketing, 7(1), 120-132. https://doi.org/10.1108/JIMA-12-2014-0079

Sumar'in, S. I., Andiono, A., & Yuliansyah, Y. (2017). Pengembangan ekonomi kreatif berbasis wisata budaya: Studi kasus pada pengrajin tenun di Kabupaten Sambas. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, 6(1), 1–17. https://doi.org/10.26418/jebik.v6i1.20721

Syaifulloh, M., Utama, E. J. P., Dediansyah, A., & Wibowo, B. (2022). Upaya pelestarian tenun melalui kegiatan tata kelola Museum Tenun Sahidah Sambas (MTSS). In Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNPP).

Taufik, H. D., Sahabat, I., Kartawijaya, H. B., Faisal, B., Sudjana, D., Rahtomo, W., ... & Puksi, F. (2019). Pedoman Pariwisata Halal Jawa Barat. Received from https://www.academia.edu/143445150/Pedoman_Pariwisata_Halal_Jawa_Barat

Widagdyo, K. G. (2015). Analisis pasar pariwisata halal Indonesia. Tauhidinomics: Journal of Islamic Banking and Economics, 1(1), 73–80. https://doi.org/10.15408/thd.v1i1.3325

Winasis, A., & Setyawan, D. (2016). Efektivitas program pengembangan desa wisata melalui kelembagaan dalam peningkatan sumber daya alam (SDA). JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 5(2), 12–16. Received from https://www.neliti.com/publications/102436/efektivitas-program-pengembangan-desa-wisata-melalui-kelembagaan-dalam-peningkat#cite

Yuliviona, R., Alias, Z., Abdullah, M., & Azliyanti, E. (2019). The relationship of halal tourism, Islamic attributes, experiential value, satisfaction and Muslim revisit intention. International Journal of Tourism and Hospitality Reviews, 6(1), 50–57. https://doi.org/10.18510/ijthr.2019.614

Yuniarti, D. (2021). Peluang pengembangan wisata lintas batas (cross-border tourism) dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas. Cross-Border Journal, 4(2), 536-565. Received from https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/922/735

Zaenuri, M., Atmojo, M. E., & Iqbal, M. (2019). Penataan kelembagaan BUMDes berbasis pariwisata. ABDIMAS ALTRUIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 126–134.

Diterbitkan

2026-06-05

Cara Mengutip

Nurlia, Anshori, A., & Nurcholifah, I. (2026). REGULATORY READINESS OF HALAL TOURISM DESTINATIONS DEVELOPMENT IN WEST KALIMANTAN . Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 12(3), 69–76. https://doi.org/10.29040/jiei.v12i3.19691

Citation Check

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.